| Menpera : Tingkat Pertumbuhan Penduduk Perlu Dikurangi |
| Ditulis oleh apik | |
Menteri Perumahan Rakyat
Suharso Monoarfa menyatakan, tingginya laju pertumbuhan penduduk
membuat kebutuhan hunian bagi masyarakat terus meningkat. Untuk itu,
Menpera berharap ke depan laju pertumbuhan penduduk Indonesia bisa
ditekan atau bahkan di kurangi.
“Saat ini laju pertumbuhan penduduk
Indonesia sekitar 1,6 persen dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta
jiwa. Jika angka pertumbuhan penduduk bisa ditekan atau bahkan
dikurangi hingga pada angka satu persen tentunya kebutuhan hunian juga
bisa dipenuhi,” ujar Menpera saat membuka kegiatan workshop bertemakan
Mewujudkan Rumah Susun yang Berkeadilan dan Berdaya Saing di Kawasan
Perkotaan yang diselenggarakan oleh Kedeputian Perumahan Formal
Kemenpera di Ruang Pulau Pelangi, Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (23/3)
siang.
Menpera menuturkan, apabila laju pertumbuhan penduduk tidak bisa berkurang, maka jumlah penduduk Indonesia akan melonjak cukup tinggi. Menpera bahkan memprediksikan bahwa pada tahun 2080 mendatang jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai sekitar 320 juta jiwa. Hal itu tentu akan menambah jumlah kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat. Lebih lanjut, Menpera menerangkan, semakin meningkatnya jumlah penduduk juga berrarti adanya peningkatan kebutuhan ruang hunian. Oleh sebab itu, mau tidak mau pembangunan perumahan ke depan akan berubah dari pembangunan rumah yang bersifat horizontal menjadi hunian vertikal. Semakin sempitnya lahan perumahan, kata Menpera, juga bisa menjadikan pola pembangunan rumah dilakukan ke bawah tanah. Hal itu diumpamakan seperti semut yang sedang membangun rumahnya di bawah tanah. Dengan demikian, masyarakat akan membangun basement di rumahnya untuk mengantisipasi kebutuhan ruang di tempat tinggalnya masing-masing. “Di singapura hal itu juga sudah dilakukan. Banyak warganya yang membangun basement untuk tempat tinggalnya,” terangnya.Menpera juga mencontohkan tingginya kerapatan penduduk di Kota Bogor. Dengan luas Kota Bogor yang mencapai sekitar 11.850 hektar dan jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa kerapatan penduduk di daerah itu termasuk tinggi. Semakin banyaknya jumlah pendatang juga menambah kepadatan penduduk Kota Hujan itu. Angkanya kerapatannya bahkan sekitar 12 orang per meter persegi. “Kami harap adanya pembangunan rumah secara vertikal setidaknya dapat menjadi solusi atas kebutuhan ruang masyarakat. Dan pemerintah daerah ke depan mau tidak mau juga perlu membangun rumah bagi para penduduk secara vertikal,” harapnya. (sumber:www.kemenpera.go.id) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

















Menteri Perumahan Rakyat
Suharso Monoarfa menyatakan, tingginya laju pertumbuhan penduduk
membuat kebutuhan hunian bagi masyarakat terus meningkat. Untuk itu,
Menpera berharap ke depan laju pertumbuhan penduduk Indonesia bisa
ditekan atau bahkan di kurangi.




