Pariwisata

Kurs Jual Beli

8-Sep-2010 / 16:33 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9100.00 8900.00
HKD 1171.45 1143.75
JPY 109.23 105.80
EUR 11560.05 11279.05
sumber: KlikBCA.com

Relasi Kami


Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini84
mod_vvisit_counterKemarin193
mod_vvisit_counterMinggu ini481
mod_vvisit_counterBulan ini1114
mod_vvisit_counterTotal56268
semarangproperti.com
Menpera : Tingkat Pertumbuhan Penduduk Perlu Dikurangi
Ditulis oleh apik   
Image  Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menyatakan, tingginya laju pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan hunian bagi masyarakat terus meningkat. Untuk itu, Menpera berharap ke depan laju pertumbuhan penduduk Indonesia bisa ditekan atau bahkan di kurangi.
“Saat ini laju pertumbuhan penduduk Indonesia sekitar 1,6 persen dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa. Jika angka pertumbuhan penduduk bisa ditekan atau bahkan dikurangi hingga pada angka satu persen tentunya kebutuhan hunian juga bisa dipenuhi,” ujar Menpera saat membuka kegiatan workshop bertemakan Mewujudkan Rumah Susun yang Berkeadilan dan Berdaya Saing di Kawasan Perkotaan yang diselenggarakan oleh Kedeputian Perumahan Formal Kemenpera di Ruang Pulau Pelangi, Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (23/3) siang.

Menpera menuturkan, apabila laju pertumbuhan penduduk tidak bisa berkurang, maka jumlah penduduk Indonesia akan melonjak cukup tinggi. Menpera bahkan memprediksikan bahwa pada tahun 2080 mendatang jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai sekitar 320 juta jiwa. Hal itu tentu akan menambah jumlah kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Menpera menerangkan, semakin meningkatnya jumlah penduduk juga berrarti adanya peningkatan kebutuhan ruang hunian. Oleh sebab itu, mau tidak mau pembangunan perumahan ke depan akan berubah dari pembangunan rumah yang bersifat horizontal menjadi hunian vertikal.

Semakin sempitnya lahan perumahan, kata Menpera, juga bisa menjadikan pola pembangunan rumah dilakukan ke bawah tanah. Hal itu diumpamakan seperti semut yang sedang membangun rumahnya di bawah tanah. Dengan demikian, masyarakat akan membangun basement di rumahnya untuk mengantisipasi kebutuhan ruang di tempat tinggalnya masing-masing.

“Di singapura hal itu juga sudah dilakukan. Banyak warganya yang membangun basement untuk tempat tinggalnya,” terangnya.Menpera juga mencontohkan tingginya kerapatan penduduk di Kota Bogor. Dengan luas Kota Bogor yang mencapai sekitar 11.850 hektar dan jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa kerapatan penduduk di daerah itu termasuk tinggi.

Semakin banyaknya jumlah pendatang juga menambah kepadatan penduduk Kota Hujan itu. Angkanya kerapatannya bahkan sekitar 12 orang per meter persegi. “Kami harap adanya pembangunan rumah secara vertikal setidaknya dapat menjadi solusi atas kebutuhan ruang masyarakat. Dan pemerintah daerah ke depan mau tidak mau juga perlu membangun rumah bagi para penduduk secara vertikal,” harapnya. (sumber:www.kemenpera.go.id)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
SYARIF GEMILANG REALTY
Zaenal Abidin MK

Telp. : (0283)354176
Hp.   : 0815 488 788 31
email : admin@semarangproperti.com

Pengunjung

Saat ini ada 17 pengunjung yang online

Chat Online

Relasi Kami