| Lebih Ringkas dengan Paduan Sofa dan Lesehan |
| Ditulis oleh apik | |
Bergaya etnik, ruang keluarga di salah satu vila di Bali
ini, tetap tampil ringkas. Mau tahu rahasia penataannya? Jangan
terjebak dengan stereotipe bahwa ruang keluarga harus diisi sofa. Sofa
memang nyaman, tapi ruangan sempit penuh sofa, boro-boro nyaman. Justru
ruangan akan terasa sesak dan terkesan penuh. Mengapa tidak mencoba
memadukan sofa dan lesehan? Contohnya bisa dilihat di foto berikut.
Kalau diperhatikan, hanya ada dua
furnitur besar di ruang keluarga bergaya etnik ini. Sofa kayu dan
coffee table . Perabot lainnya cenderung berdesain sederhana dan
berukuran kecil. Di ruangan ini sengaja ditempatkan hanya satu buah
sofa, yang bisa menampung tiga orang. Konsep lesehan diterapkan pada
sisa area kosong. Hasilnya, tampilan yang lega dan nyaman.
Supaya yang duduk lesehan juga merasa nyaman, lengkapi karpet, lampit, atau alas apapun dengan bantal. Variasikan ukurannya, besar dan kecil, untuk memberikan tampilan dinamis. Begitu pula dengan warna-warnanya. Bergaya etnik tidak berarti tidak boleh bermain warna. Untuk menempatkan pajangan, ditempatkan sebuah lemari dan sebuah meja konsol ramping.Tampilan ruang keluarga serba cokelat seperti ini rawan kebosanan. Supaya terasa lebih "hidup", jangan lupa tempatkan tanaman. Vas berisi bunga bisa jadi pilihan untuk membuat ruangan lebih segar.(sumber:ideaonline.com) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

















Bergaya etnik, ruang keluarga di salah satu vila di Bali
ini, tetap tampil ringkas. Mau tahu rahasia penataannya? Jangan
terjebak dengan stereotipe bahwa ruang keluarga harus diisi sofa. Sofa
memang nyaman, tapi ruangan sempit penuh sofa, boro-boro nyaman. Justru
ruangan akan terasa sesak dan terkesan penuh. Mengapa tidak mencoba
memadukan sofa dan lesehan? Contohnya bisa dilihat di foto berikut.













