| Agar Parquet Tetap Kinclong |
| Ditulis oleh apik | |
JAKARTA, Hal itu mestinya
tidak sulit, sebab lantai kayu atau parquet bukan benda asing di mata
orang Indonesia. Umumnya, konsep rumah tradisional Indonesia pun
memakai parquet. Dan seiring kemajuan zaman, parquet pun mengalami
banyak perubahan lebih baik dan terus diminati dengan berbagai
alasannya.
Anda tertarik menikmati jenis lantai ini? Berikut adalah sedikit pengetahuan dan tips-tipsnya:
Ruangan - Maaf, karena berbahan kayu, tidak semua ruangan rumah bisa menggunakan parquet. Kelembaban perlahan-lahan dapat merusak kayu dan menimbulkan bau tak sedap - Parquet juga tidak tahan goresan dan sensitif terhadap benturan, sehingga lantai jenis ini hanya cocok digunakan di ruangan yang sedikit aktifitas benturan pada lantai seperti halnya kamar tidur Perawatan - Sebelum merawat, langkah pertama dilakukan sebaiknya menjauhi semua alas kaki yang tajam dan keras - Perawatan parquet harus hati-hati benar demi menjaga keindahan dan keawetannya, karena kadang kita terlupa atau tidak sengaja melakukan hal - hal seolah sedang berada di atas lantai marmer - Gunakan penyedot debu, sapu berbahan bulu, atau perkakas pembersih lain dengan permukaan lembut. Hal itu untuk menghindari parquet mudah tergores - Karena tidak tahan benturan, berhati-hatilah saat memindahkan barang. Selain dengan cara diangkat, sebaiknya pemindahan barang menggunakan alas kain atau karet saja, atau bila perlu dengan alat pengangkut beroda seperti troli barang - Jangan pernah mengepel lantai parquet. Usahakan hindari penggunaan air dengan volume banyak, sekalipun itu bertujuan untuk membersihkannya. Penggunaan lap kering lebih baik daripada pel basah yang bisa membuat air merembes ke dalam pori-pori kayu - Terlalu basah lama - kelamaan air mengendap di lapisan plywood dan akan melapukkan kayu. Semakin lembab, tekanan pada parquet pun akan berubah drastis, khususnya pada siku-siku parket. Jika efek awalnya hanya menimbulkan bunyi berdenyit atau berderak, perlahan tapi pasti jika sudah parah sendi-sendi parket itu bisa lepas seketika saat terbebani - Sinar matahari cukup "jahat" untuk membuat warna kayu memudar. Untuk itu, sering-seringlah menukar letak perabot di ruangan yang menggunakan parquet - Jangan ambil risiko jika tidak punya cukup waktu untuk merawat parquet. Gunakan penyedia jasa pelayanan parquet steam untuk merawatnya. Secara berkala, perawatan tersebut bisa dilakukan selama enam bulan sekali - Agar warna parquet tetap kinclong, polesi parquet dengan minyak lemon minimal sebulan sekali. Sebaiknya, tidak menggunakan pemoles dengan kadar kimia tinggi, selain aromanya bertahan lama mengendap di kayu, hal tersebut membuat umur kayu lebih cepat tua Tiga Lapisan Selalu ingatlah, biasanya parquet terdiri dari tiga lapisan, yaitu: - Polyfoam atau lapisan paling bawah yang bersentuhan langsung dengan lantai beton. Lapisan polyfoam inilah yang bermanfaat sebagai peredam kelembaban dari dalam tanah sehingga kayu lebih awet dan mampu mengurangi penyerapan suhu dingin dari dalam tanah - Plywood atau lapis tengah yang berfungsi menjaga kestabilan lantai. Lapisan ini akan mengatur keseimbangan antara penyusutan dan pemuaian lantai akibat tingginya suhu udara. Biasanya, lapisan ini terbuat dari kayu yang berbahan empuk - Kayu parquet atau lapisan atas lantai dibuat dari kayu solid seperti jati, merbau, oak, atau cherry (sumber:kompas.com) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


















JAKARTA, Hal itu mestinya
tidak sulit, sebab lantai kayu atau parquet bukan benda asing di mata
orang Indonesia. Umumnya, konsep rumah tradisional Indonesia pun
memakai parquet. Dan seiring kemajuan zaman, parquet pun mengalami
banyak perubahan lebih baik dan terus diminati dengan berbagai
alasannya.













