| Mengolah Ruang Jadi Multifungsi |
| Ditulis oleh apik | |
Rumah idaman tidak harus
besar. Apalagi kita tahu, tanah di perkotaan bahkan di mana pun yang
sudah memiliki akses jalan, tidaklah murah. Memiliki rumah saja sudah
bersyukur, tidak harus melihat luasnya.
Rumah memang bukan sekadar tempat
bernaung. Aspek kesehatan, keindahan, dan kenyamanan, perlu
diperhatikan. Karena itu, rumah harus dibangun dan diolah menjadi sebuah
hunian yang sehat, indah, dan nyaman. Untuk mengolah rumah kecil
menjadi rumah dengan aspek-aspek yang menyamankan itu menjadi tantangan
sang pemilik serta arsitek dan desainer interior/eksterior.
Tantangan mengolah rumah yang kecil adalah menjadikan ruang-ruang dengan area terbatas dapat berfungsi maksimal. Kebutuhan setiap keluarga muda akan banyaknya ruang memang relatif standar. Di ruang dalam, kita membutuhkan kamar tidur, ruang duduk (ruang tamu atau keluarga), dapur, dan kamar mandi. Namun kebutuhan ruang makin bertambah seiring bertambahnya anggota keluarga dan aktivitasnya. Kita membutuhkan ruang kerja, ruang belajar, ruang makan, ruang bermain, bahkan ruang membaca. Belum lagi kita pun memerlukan ruang tambahan di luar, seperti teras, ruang jemur, dan ruang berleha-leha. Kamar tidur tidak cukup satu; ada tambahan untuk orangtua atau kerabat yang menginap, kamar tidur anak, juga kamar tidur pembantu. Pada rumah kecil, kebutuhan ruang untuk aktivitas tambahan itu boleh jadi tak bisa diakomodasi per ruang karena keterbatasan lahan. Untuk mengatasinya, kita jadikan satu ruang tidak hanya untuk satu fungsi, tapi dua, tiga, bahkan lebih. Maka jadilah ruangan itu multifungsi. Menjadikan ruang multifungsi bukan sekadar digunakan untuk berbagai aktivitas, tapi harus didukung oleh kondisi ruang dan keberadaan furnitur. Ruang sebaiknya memiliki kondisi yang baik, dengan elemen ruang yang memadai, bukaan yang cukup, dan dapat menunjang pergerakan yang leluasa. Desain furnitur pun selayaknya disesuaikan kondisi ruangan dan fungsinya. Bagaimana merancang ruang multifungsi yang baik? Silakan simak lebih detail pada majalah iDEA edisi 89/VIII/2011. Pastikan Anda dapat mengaplikasikannya dengan lebih baik.(sumber:ideaonline.co.id) |
| Selanjutnya > |
|---|














Rumah idaman tidak harus
besar. Apalagi kita tahu, tanah di perkotaan bahkan di mana pun yang
sudah memiliki akses jalan, tidaklah murah. Memiliki rumah saja sudah
bersyukur, tidak harus melihat luasnya.













