| Plafon Kotak-kotak yang Mencuri Perhatian |
| Ditulis oleh apik | |
Bukan hanya lantai atau
dinding yang bisa mencuri perhatian. Plafon pun bisa. Model drop
ceiling berpenampilan kotak-kotak ini, salah satunya. Plafon jarang
terperhatikan karena biasanya hanya berbentuk datar dengan warna putih
polos. Agar elemen bangunan pada bagian atas sebuah ruang ini tampil
lebih menarik, coba olah jadi bentuk menarik, misalnya dengan model
drop ceiling.
Ternyata, model drop ceiling itu
macam-macam pula. Di ruang tamu dan ruang keluarga rumah Soesilo
Aribowo ini, contohnya. Tampilannya berbentuk kotak-kotak. Bentuk
kotak-kotak ukuran 50cmx50cm ini hasil olahan gipsum berpola grid
dengan rangka besi hollow galvanis. Pola grid ini ibarat frame dengan
lebar 20cm dan tebal 15cm, yang membingkai kotak-kotak itu. Plafon
dasarnya terbuat dari beton yang bercat putih. Tingginya 3,9m. Jarak
antara plafon dasar dengan gipsum yang 15cm itu jadi terlihat bervolume.
Mengenai pemilihan rangka dari besi berkaitan dengan kondisi tanah di kawasan itu yang berpotensi rayap. Selain itu, harga besi hollow galvanis terhitung lebih murah sekitar 20% jika dibandingkan dengan harga kayu pada umumnya. Bagaimana membuat? Plafon dasar diberi rangka besi hollow galvanis, yang ditempelkan secara vertikal ke plafon dasar dengan menggunakan baut. Panjangnya 15cm. Beri jarak 20cm dari besi pertama ke besi ke dua yang mengarah ke bagian lebar plafon. Besi kedua ke besi ketiga pada arah lebar plafon ditempelkan lagi besi hollow dengan jarak 50cm. Demikian seterusnya. Jarak 50cm sesuai dengan ukuran kotak-kotak, yang memperlihatkan plafon dasar. Ukuran 20cm se-suai dengan lebar drop ceiling yang membentuk alur kotak-kotak. Untuk susunan yang mengarah ke bagian panjang plafon, dari besi pertama ke besi kedua diberi jarak 50cm, dari besi kedua ke besi ketiga beri jarak 20cm. Demikian seterusnya. Tutupi setiap rangka berjarak 20cm dengan gipsum berukuran sama, dengan panjang 60cm. Tutupi juga bagian sisi-sisi rangka dengan gipsum selebar 15cm. Pada rangka berjarak 50cm dibiarkan terbuka, sehingga plafon dasar terekspos. Rapikan setiap sambungan gipsum dengan kompon, kemudian haluskan dengan am-pelas. Akhiri dengan pengecatan. Mudah bukan? (sumber:kompas.com) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

















Bukan hanya lantai atau
dinding yang bisa mencuri perhatian. Plafon pun bisa. Model drop
ceiling berpenampilan kotak-kotak ini, salah satunya. Plafon jarang
terperhatikan karena biasanya hanya berbentuk datar dengan warna putih
polos. Agar elemen bangunan pada bagian atas sebuah ruang ini tampil
lebih menarik, coba olah jadi bentuk menarik, misalnya dengan model
drop ceiling.













